By : Admin
Date : 08 December 2017, 06:16

Pemerintah pusat dan daerah sedang giat-giatnya menggalakkan program pendidikan untuk anak usia sekolah. Selain wajib belajar 12 tahun, mereka juga sedang menggalakkan program Indonesia pintar untuk mengatasi persoalan biaya pendidikan. Menurut Bukik Setiawan, aktivis dan pengamat pendidikan anak, anak-anak yang putus sekolah akan berpengaruh terhadap kondisi bangsa pada tingkat makro. Tidak hanya bagi individu, dampaknya bisa lebih dari itu. Putus sekolah juga dinilai akan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Anak-anak usia sekolah yang berakhir mencari penghasilan biasanya dipicu oleh persepsi orangtua yang tidak mengganggap bahwa pendidikan itu penting. Penyebaran kualitas pendidikan juga dianggap belum merata antardaerah di Indonesia. Dan tentu saja, di antara daerah-daerah lain, fasilitas pendidikan di Pulau Jawa masih lebih baik. Dari catatan Suhaeni, saat ini setidaknya ada 56 juta anak usia sekolah di Indonesia, dan 4,7 juta di antaranya putus sekolah. Ironisnya, dari besarnya angka putus sekolah itu, 60 persennya berasal dari Pulau Jawa yang notabene punya fasilitas pendidikan lebih baik dibanding daerah-daerah yang lain di Indonesia.